Bootloop
artinya HH tidak dapat menyelesaikan siklus booting normal dan
terjebak pada proses booting, tidak dapat masuk ke homescreen. Biasanya
bisa diperbaiki dengan melakukan restore Nandroid backup atau
Brick
artinya handheld yang tidak lagi berfungsi, biasanya karena gagal
update firmware. Karena handheld tidak berfungsi lagi, maka bisa
diibaratkan sebagai “brick” (batu bata). Ada dua jenis Brick yaitu
Hard-Brick dan Soft-Brick
Custom ROM/Firmware/Recovery
Penting : C-U-S-T-O-M, bukan C-O-S-T-U-M
ROM/Firmware/Recovery yang sudah dimodifikasi (customized), biasanya
dilakukan karena yang Stock kurang optimal dan/atau untuk memenuhi
kebutuhan user. Penggunaan Custom ROM/Firmware/Recovery biasanya
menghanguskan garansi HH agan. Namun bisa dilakukan reflashing ke Stock
ROM/Firmware/Recovery agar garansi kembali berlaku (asal belom habis
Firmware
Dikenal juga dengan Istilah ROM, yaitu OS yang berjalan di HandHeld agan.
Flashing
Proses instalasi sebuah firmware (atau ROM) kedalam device, biasanya
dengan urutan yang sudah ditentukan. Jika langkah yang dilakukan tidak
sesuai perintah/instruksi, ada kemungkinan HH akan brick. Flashing
Custom ROM biasanya menghanguskan garansi, tapi reflashing ke Stock ROM
bisa mengembalikan garansi yang hangus (dengan syarat masa garansi
Hard-Brick
artinya Brick Permanen, biasanya karena error di hardware,
penyebabnya yang paling mungkin adalah Overclock Prosesor. Bisa juga
Nandroid Backup :
Full System Backup yang dilakukan Recovery Mode. Kalo backup ini
OverClock
Meningkatkan kinerja prosesor diatas clock/kecepatan standar.
biasanya hanya tersedia pada Custom ROM/Custom Kernel, syarat untuk
overclock adalah HH harus sudah di-Root. Pada Galaxy W saat ini
Overclock yang bisa dilakukan maksimum adalah 1.8 GHz. Kinerja prosesor
akan menjadi lebih cepat, dengan konsekuensi penggunaan baterai jadi
lebih boros dan HH jadi lebih cepat panas. Overclock bisa menyebabkan HH
Rooting/Root
Mengambil akses root (“administrator”, atau akses penuh) terhadap HH.
Hal ini memungkinkan partisi internal di-mount “read/write”, yang
memungkinkan anda melakukan banyak hal: USB atau Wi-Fi tethering,
uninstall aplikasi yang biasanya tidak dapat di-uninstall (e.g. Samsung
Apps, GameHub, dll), install aplikasi yang memerlukan akses root
(seperti AdFree, Titanium Backup), disable suara shutter kamera (dengan
menghapus file suara shutter), overclock atau underclock CPU (SetCPU,
AnTuTu CPU Master), dan sebagainya. Aplikasi “Superuser” mengendalikan
aplikasi apa saja yang diberikan hak Root. Dengan melakukan Rooting,
garansi terhadap HH anda akan hilang, namun garansi bisa dikembalikan
Soft-Brick
Jenis Brick yang masih bisa diperbaiki, biasanya karena kegagalan di
software, contoh yang paling jelas adalah bootloop, atau HH hanya bisa
masuk ke download mode, biasanya reflash Firmware bisa memperbaiki
soft-brick.
Stock
Arti kasarnya : Bawaan pabrik. Device yang baru dibeli selalu ada
dalam keadaan “stock” (masih asli bawaan pabrik, kecuali belinya
dan sebagainya.
second/bekas ). Contoh lain : Stock ROM, Stock Recovery, Stock Firmware,
Unrooting/Unroot
Lawan dari proses rooting, mengembalikan priveledge/hak akses Android
ke posisi semula, mengembalikan status garansi di Device anda (dengan
syarat garansinya memang masih berlaku ) , Jika ada aplikasi yang
memerlukan akses root, setelah unroot, aplikasi tersebut tidak dapat
Underclock
Lawan dari OverClock, menurunkan kecepatan clock prosesor HH, Kinerja
prosesor akan menurun, dengan konsekuensi penggunaan baterai menjadi
lebih hemat. Underclock sepertinya bisa dilakukan pada stock rom dengan
Undervolt
maksudnya adalah penurunan voltase yang digunakan prosesor, bisa
dilakukan dengan modifikasi source code (developer silakan ), kernel
dari cowithgun adalah contoh paling jelas, Voltase standar yang
digunakan prosesor Galaxy W adalah 1,275 volt pada kecepatan 1,4 GHz ,
sedangkan voltase yang digunakan oleh kernel cowithgun pada kecepatan
clock prosesor yang sama adalah 1,225 volt (undervolt non-agresif) dan
1,200 volt (undervolt agresif). Undervolting biasanya tidak begitu
mempengaruhi kinerja prosesor, tetapi daya tahan baterai akan terasa
semoga bermanfaat
artinya HH tidak dapat menyelesaikan siklus booting normal dan
terjebak pada proses booting, tidak dapat masuk ke homescreen. Biasanya
bisa diperbaiki dengan melakukan restore Nandroid backup atau
Brick
artinya handheld yang tidak lagi berfungsi, biasanya karena gagal
update firmware. Karena handheld tidak berfungsi lagi, maka bisa
diibaratkan sebagai “brick” (batu bata). Ada dua jenis Brick yaitu
Hard-Brick dan Soft-Brick
Custom ROM/Firmware/Recovery
Penting : C-U-S-T-O-M, bukan C-O-S-T-U-M
ROM/Firmware/Recovery yang sudah dimodifikasi (customized), biasanya
dilakukan karena yang Stock kurang optimal dan/atau untuk memenuhi
kebutuhan user. Penggunaan Custom ROM/Firmware/Recovery biasanya
menghanguskan garansi HH agan. Namun bisa dilakukan reflashing ke Stock
ROM/Firmware/Recovery agar garansi kembali berlaku (asal belom habis
Firmware
Dikenal juga dengan Istilah ROM, yaitu OS yang berjalan di HandHeld agan.
Flashing
Proses instalasi sebuah firmware (atau ROM) kedalam device, biasanya
dengan urutan yang sudah ditentukan. Jika langkah yang dilakukan tidak
sesuai perintah/instruksi, ada kemungkinan HH akan brick. Flashing
Custom ROM biasanya menghanguskan garansi, tapi reflashing ke Stock ROM
bisa mengembalikan garansi yang hangus (dengan syarat masa garansi
Hard-Brick
artinya Brick Permanen, biasanya karena error di hardware,
penyebabnya yang paling mungkin adalah Overclock Prosesor. Bisa juga
Nandroid Backup :
Full System Backup yang dilakukan Recovery Mode. Kalo backup ini
OverClock
Meningkatkan kinerja prosesor diatas clock/kecepatan standar.
biasanya hanya tersedia pada Custom ROM/Custom Kernel, syarat untuk
overclock adalah HH harus sudah di-Root. Pada Galaxy W saat ini
Overclock yang bisa dilakukan maksimum adalah 1.8 GHz. Kinerja prosesor
akan menjadi lebih cepat, dengan konsekuensi penggunaan baterai jadi
lebih boros dan HH jadi lebih cepat panas. Overclock bisa menyebabkan HH
Rooting/Root
Mengambil akses root (“administrator”, atau akses penuh) terhadap HH.
Hal ini memungkinkan partisi internal di-mount “read/write”, yang
memungkinkan anda melakukan banyak hal: USB atau Wi-Fi tethering,
uninstall aplikasi yang biasanya tidak dapat di-uninstall (e.g. Samsung
Apps, GameHub, dll), install aplikasi yang memerlukan akses root
(seperti AdFree, Titanium Backup), disable suara shutter kamera (dengan
menghapus file suara shutter), overclock atau underclock CPU (SetCPU,
AnTuTu CPU Master), dan sebagainya. Aplikasi “Superuser” mengendalikan
aplikasi apa saja yang diberikan hak Root. Dengan melakukan Rooting,
garansi terhadap HH anda akan hilang, namun garansi bisa dikembalikan
Soft-Brick
Jenis Brick yang masih bisa diperbaiki, biasanya karena kegagalan di
software, contoh yang paling jelas adalah bootloop, atau HH hanya bisa
masuk ke download mode, biasanya reflash Firmware bisa memperbaiki
soft-brick.
Stock
Arti kasarnya : Bawaan pabrik. Device yang baru dibeli selalu ada
dalam keadaan “stock” (masih asli bawaan pabrik, kecuali belinya
dan sebagainya.
second/bekas ). Contoh lain : Stock ROM, Stock Recovery, Stock Firmware,
Unrooting/Unroot
Lawan dari proses rooting, mengembalikan priveledge/hak akses Android
ke posisi semula, mengembalikan status garansi di Device anda (dengan
syarat garansinya memang masih berlaku ) , Jika ada aplikasi yang
memerlukan akses root, setelah unroot, aplikasi tersebut tidak dapat
Underclock
Lawan dari OverClock, menurunkan kecepatan clock prosesor HH, Kinerja
prosesor akan menurun, dengan konsekuensi penggunaan baterai menjadi
lebih hemat. Underclock sepertinya bisa dilakukan pada stock rom dengan
Undervolt
maksudnya adalah penurunan voltase yang digunakan prosesor, bisa
dilakukan dengan modifikasi source code (developer silakan ), kernel
dari cowithgun adalah contoh paling jelas, Voltase standar yang
digunakan prosesor Galaxy W adalah 1,275 volt pada kecepatan 1,4 GHz ,
sedangkan voltase yang digunakan oleh kernel cowithgun pada kecepatan
clock prosesor yang sama adalah 1,225 volt (undervolt non-agresif) dan
1,200 volt (undervolt agresif). Undervolting biasanya tidak begitu
mempengaruhi kinerja prosesor, tetapi daya tahan baterai akan terasa
semoga bermanfaat
